Antara Dosen dan Mahasiswa

Rahma Safitri, Fakultas Teknik 2019Skip kuliah ajalah, kuliahnya gitu-gitu aja.” Terkadang mahasiswa merasa bosan untuk kuliah karena kuliahnya monoton. Pembelajaran yang monoton bukan dambaan setiap mahasiswa. Mahasiswa menginginkan pembelajaran yang terasa seru dan menantang. Mahasiswa membutuhkan wadah untuk eksplorasi. Dalam era ini, mahasiswa diberikan kebebasan untuk menuangkan idenya. Ide harus dapat tersalurkan dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya harus menghafal isi buku yang digunakan. Mahasiswa hanya perlu memahaminya. Menghafal belum tentu bisa memahaminya. Dalam buku, terkadang hanya ada satu sudut pandang. Akan tetapi ilmu tidak dapapt dipandang daam satu sutdut pandang. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda. Mereka memiliki pendapat tentang suatu ilmu.

”Aku belum hafal rumus ini, aku belum hafal rumus itu.”. Ucapan tersebut sering diucapkan oleh anak SD sampai mahasiswa. Tuntutan untuk menghafal masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian besar mahasiswa. Padahal hafalan saja tidak cukup. Ilmu itu fleksibel. Semakin berkembangnya zaman, ilmu akan terus berkembang. Kita tidak bisa memprediksi jumlah atom itu akan bertambah atau berkurang. Kita tidak akan tahu, percepatan gravitasi mungkin akan menjadi 8 m.s-2. Ya mungkin untuk sekarang hal tersebut sangatlah mustahil. Tapi kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan. Sekarang ini, tugas besar yang harus dilakukan oleh mahasiswa adalah memahami disiplin ilmu yang mereka pelajari. Pemahaman yang dalam tentang ilmu akan mendorong mahasiswa untuk mencari tahu mengapa ada ilmu seperti itu.

Mahasiswa tidak hanya datang kuliah, duduk mendengarkan dosen berbicara. Mahasiswa harus aktif dalam perkuliahan. Banyak dosen yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk membuat suasana diskusi dalam perkuliahan. Mahasiswa boleh menyela pembicaraan dosen saat mahasiswa memiliki pendapat yang berbeda tentang suatu hal. Untuk contohnya , jika dosen memaparkan tentang system perpipaan yang linier merupakan system perpipaan yang baik, mahasiswa boleh berpendapaan bahwa system tersebut bukanlah yang terbaik.

”Aku takut kalau jawabanku salah.”. Salah satu sikap yang harus dihindari oleh setiap mahasiswa. Kuliah berbeda dari SMP atau SMA. Gunakanlah hak berpendapat. Takut salah diawal akan menghalangi suatu ilmu untuk berkembang. Suasana di perkuliahan itu saling edukasi. Siapa saja bisa jadi guru. Bukan hanya dosen yang bisa menjadi guru. Pendidikan yang edukatif tidak selalu didapat dari dosen. Terkadang adanya banyak pendapat dan saling tukar pendapat merupakan guru untuk kita. Buku tidak selalu menjadi pedoman kita. Buku hanya memuat teori-teori dasar dan petunjuk dalam pengembangan keilmuan.

“Hahaha … saran apa itu? Cupu sekali.” Cemooh ini yang dapat meruntuhkan suatu kreativitas seseorang. Hal tersebut banyak sekali terjadi. Saran yang tidak terpikirkan oleh mereka dianggap nyeleneh dan aneh. Bahkan, saran tersebut dianggap mustahil untuk dilakukan. Padahal dalam kenyataannya, orang kreatif adalah orang yang unik. Mereka dapat mewujudkan suatu hal yang belum terpikirkan. Kreativitas seseorang harus diberi fasilitas. Dalam dunia perkuliahan banyak sekali wadah yang dapat memfasilitasi kreativitas mahasiswa seperti PKM.

Tapi, suatu kreativitas dapat diawali dengan pembelajaran yang kreatif. Ide-ide kreatif dapat muncul ketika lingkungan mendukung. Suasana kelas yang aktif akan memunculkan ide atau gagasan baru. Komunikasi dua arah itu penting, tidak hanya dosen yang berperan dominan, akan tetapi antara dosen dan mahasiswa perannya harus seimbang.

Bagaimana kuliah yang kreatif itu? Kuliah tidak perlu membawa buku setebal 1000 halaman. Kuliah kreatif dapat diwujudkan salah satunya dengan presentasi. Saat dikampus, mahasiswa hanya perlu mengulang apa yang telah dipelajari sebelumnya di kos atau di rumah. Kuliah tidak diharuskan membawa buku tebal. Semua materi yang akan disajikan sudah tersimpan rapi di flasdisk atau GoogleDrive. Pembelajaran yang kreatif tidak harus tentang menemukan hal baru yang akan dipelajari. Akan tetapi pembelajaran yang kreatif juag butuh metode yang kreatif dan tepat digunakan.

“Apakah semua ilmu itu berguna?”,”Ya, pastilah ilmu itu selalu berguna”. Mahasiswa terkadang bingung dalam pengaplikasian ilmu yang didapatkan. Penerapan ilmu terkadang levelnya sangat tinggi untuk digapai mahasiswa. Dengan adanya kelemahan ini, tidak hanya pembelajaran yang kreatif seperti presentasi yang dibutuhkan. Akan tetapi, simulasi penerapan ilmu harus juga terlaksanakan. Pada setiap materi, butuh suatu contoh kongkrit dalam penerapan ilmu. Contohnya saja dalam kimia, mahasiswa dapat membuat sabun handmade dari basa dan ester.dengan itu, penggunaan bahan kimia tidak hanya digunakan dalam laboratorium kimia, tetapi ilmu tersebut juga dapat digunakan di rumah.

Peran setiap tokoh pendidikan itu penting. Dosen memberikan fasilitas kepada mahasiswa tentang ilmu yang dikuasainya. Mahasiswa memiliki peran dalam pengembangan ilmu yang telah diterima. Mahasiswa tidak hanya menelan mentah-mentah ilmu yang telah diterima. Mahasiwa harus paham dan dapat menerapkan ilmu agar bermanfaat dalam kehidupan. Selain itu dosen harus mendukung suasana pembelajaran yang edukatif dan kreatif. Pembatasan kreatifitas mahasiswa tidak dibenarkan. Mahasiswa harus diberi kesempatan untuk selalu mewujudkan kreatifitasnya selagi hal tersebut tetap berpegang teguh pada moral dan ilmunya. Biarkanlah mahasiswa memulai sesuatu hal sebelum hal tersebut ada.

Ayo Vote Disini

Click on a star to rate it!

Average rating 4.2 / 5. Vote count: 44

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *