Kejayaan Semarang Raya

BEMUndip- Riuh seruan mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang yang tergabung dalam Aliansi Semarang Raya mengisi ruang terbuka di depan Gedung DPRD Jawa Tengah pada Selasa, 24 September 2019 lalu. Bukan tanpa alasan, Aliansi Semarang Raya mengadakan Seruan Aksi Semarang Raya dengan tujuh tuntutan yang disebut sebagai 7 Desakan sebagai berikut

  1. Menuntut DPR RI mencabut draft RUU KUHP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan dan Mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan RUU Masyarakat Adat.
  2. Menuntut Presiden untuk mengeluarkan PERPUU Pencabutan UU KPK dan UU Sumber Daya Air.
  3. Menuntut Kepada Presiden untuk memberikan sanksi tegas kepada korporasi pembakar hutan.
  4. Menuntut Kepolisian RI untuk membebaskan dan menghentikan kriminalisasi aktivis Papua, Pejuang HAM, dan bertanggungjawab atas pemulihan nama baik setiap aktivis. Menghentikan segala intimidasi terhadap masyarakat Papua.
  5. Menuntut Kepada Pemerintah untuk menjamin terlaksananya pemberian jasa layanan kesehatan BPJS yang baik dengan skema pembiayaan yang ditanggung sepenuhaya oleh Pemerintah sebagai lembaga yang terkewajiban untuk memenuhi hak ates kesehatan kepada seluruh rakyat Indonesia.
  6. Menuntut Pemerintah untuk mengusut tuntas kasus-kasus pelaaggaan HAM masa lalu.
  7. Menuntut Pemerintah untuk mewujudkan pendidikan yang demokratis, gratis dan transparan dalam keuangannnya, menghentikan komersialisasi pendidikan yang mengakibatkan akses pendidikan semakin sulit diperoleh oleh selurih rakyat Indonesia. Meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan mengangkat guru honorer golongan K2 menjadi PNS dan atau PPPK, dan memoratorium kebijakan PPG bagi lulusan LPTK.

Universitas Diponegoro (Undip), bagian dari Aliansi Semarang Raya, pun turut serta bergerak dalam aksi tersebut. Mulanya mahasiswa Undip berkumpul mulai pukul 07.00 WIB di Student Center Undip, Tembalang, kemudian bergerak mengelilingi seluruh fakultas di kampus Undip Tembalang hingga akhirnya berangkat menuju titik aksi, yakni Gedung DPRD Jawa Tengah, bersama dengan mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines). Rombongan mahasiswa Undip dan Polines tiba di titik aksi pada pukul 09.30 dan segera diarahkan untuk parkir di dekat Makam Pahlawan oleh aparat  yang siap sedia di tempat. Setelah itu, rombongan tersebut merombong dengan seluruh mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultang Agung (Unissula), Universitas Islam Negeri Walisongo (UIN Walisongo), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ngudi Waluyo Ungaran (STIE NW Ungaran), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Pergerakan serempak dimulai dengan berkeliling di Jalan Simpang Lima sembari melaksanakan seruan aksi hingga sampai di depan gerbang Gedung DPRD Jawa Tengah kemudian orasi oleh setiap perwakilan perguruan tinggi peserta aksi dilontarkan. Namun saat pertengahan seruan aksi, suasana yang awalnya kondusif justru memburuk karena terdapat oknum yang mengibarkan bendera selain bendera Indonesia, yaitu bendera Pemuda Pancasila. Selain itu, beberapa oknum justru sibuk merekam berjalannya aksi dari ketinggian dalam gedung dengan flash ponsel yang menyala seakan-akan meremehkan aksi mahasiswa yang sedang berlangsung. Hal tersebut memicu terjadinya kegaduhan oleh para mahasiswa, yakni perobohan gerbang Gedung DPRD Jawa Tengah, hingga akhirnya Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, datang dan berhadapan langsung dengan para mahasiswa di titik aksi.

Kedatangan Beliau untuk menyikapi seruan aksi tersebut tidak hanya sekadar datang, tetapi turut menanggapi seruan aksi tersebut dengan argumen yang selaras dengan harapan rakyat yang sedang diperjuangkan melalui seruan aksi para mahasiswa. Pada akhirnya, Beliau menandatangani Surat Siaran Pers Aliansi Semarang Raya yang ditandatangani pula oleh Wakil DPRD Jawa Tengah, Sukirman. Setelah penandatanganan surat, para mahasiswa diajak untuk datang kembali ke titik aksi dan merapihkan, serta membersihkan kembali lokasi sekitar Gedung DPRD Jawa Tengah. Para mahasiswa senantiasa menerima ajakan Beliau dan Seruan Aksi Aliansi Semarang Raya berjalan dengan damai hingga berakhir pukul 13.10 WIB.

 

GALERI AKSI :