Masih Relevankah Pendidikan di Indonesia dengan Perkembangan Zaman Saat Ini?

Alifia Nurullita, Sekolah Vokasi PSDKU Rembang 2018Pendidikan bukanlah tujuan utama, melainkan upaya agar tercapainya suatu tujuan. Tetapi masih banyak dari kita yang menyalahartikan, dan menganggap pendidikan sebagai tujuan utama. Pendidikan yang diajarkan di sekolah merupakan faktor yang memengaruhi mindset seseorang. Ketika di sekolah siswa/i dibebankan dengan banyaknya mata pelajaran. Selain itu, siswa/i lebih banyak dibiasakan untuk menghafal, dibandingkan memahami. Hal inilah yang membuat siswa/i menjadi bimbang dalam menentukan minat, dan bakatnya. Alih-alih membuat siswa/i agar berpikir kreatif, dan inovatif, pemerintah pun menciptakan kurikulum 2013. Tetapi dalam penerapannya, kurikulum ini masih mengalami banyak kendala, baik dalam segi sarana, dan prasarana. Maupun kesiapan para pendidik, dan pelajar dalam menerima kurikulum ini. Penerapan kurikulum ini menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat.

Masa-masa sekolah, seharusnya menjadi waktu yang tepat ketika seseorang menemukan apa yang menjadi minatnya. Tetapi pada nyatanya, masih banyak dari siswa/i yang belum mengetahui apa yang menjadi minatnya. Padahal mengetahui minat, dan bakat adalah hal yang bersifat krusial untuk menentukan tujuan ke depannya.

Guru di sekolah berperan penting dalam membentuk mindset siswa/i nya agar menemukan bakatnya, kemudian mengevaluasi apa yang menjadi kelebihan, dan kekurangannya. Sehingga siswa/i dapat lebih terfokus dengan minat, dan bakatnya. Hal ini memengaruhi siswa/i dalam menentukan jurusan untuk meneruskan kegiatan pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini dapat meminimalisir siswa/i yang salah dalam mengambil jurusan, seperti yang sering kita dengar selama ini.

Kurikulum yang selama ini diterapkan, bisa dibuat menjadi lebih sederhana. Jika selama ini siswa/i dibebankan dengan begitu banyaknya mata pelajaran, jumlah mata pelajaran tersebut dapat dikurangi. Sehingga siswa/i dapat memilih mata pelajaran yang menjadi minatnya saja.

Hal ini dapat dikatakan efektif, karena apabila seseorang mengerjakan apa yang menjadi minat, atau kesenangannya maka ilmu yang didapat lebih mudah diserap. Dibandingkan dengan harus memahami begitu banyaknya mata pelajaran. Jangan sampai hanya karena mengejar target agar materi yang diajarkan segera tuntas, sekolah terlalu memaksakan siswa/i nya. Sehingga esensi dari pembelajaran tersebut tidak tersampaikan dengan baik.

Selain itu, ada baiknya jika konsep pembelajaran yang diberikan kepada siswa/i lebih related dengan kehidupan sehari-hari. Jadi siswa/i dapat menemukan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Hal ini dapat meningkatkan kepekaan, dan keperdulian siswa/i terhadap lingkungan sekitarnya. Karena esensi dari pendidikan tidak hanya sekedar nilai dalam mata pelajaran, ataupun nilai ujian. Tetapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang cerdas bukanlah orang yang mengetahui berbagai hal, tetapi orang yang mengetahui apa yang menjadi kebutuhannya. Karena setiap orang terlahir memiliki bakat, dan bakat itu harus terus diasah. Selain itu, setiap orang memiliki kapasitasnya masing-masing, dan segala sesuatu yang terlalu dipaksakan tidak akan membuat seseorang menjadi berkembang.

Ayo Vote Disini

Click on a star to rate it!

Average rating 4 / 5. Vote count: 118

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *