Pendidikan Edukatif dan Kreatif

Yusrotul Rusda, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2018 Setiap orang akan memiliki setiap kebiasaan dalam belajarnya. Tidak bisa satu orang dengan yang lainnya selalu disamakan metode pembelajaranya, sebagus apapun bentuk metode tersebut. Banyak orang yang masih mempunyai mindset bahwa nilai tertinggi dengan predikat A dinyatakan sebagai murid yang hebat, yang pintar. Sedangkan, satu biji nilai C akan benar-benar diremehkan dan dibanding-bandingkan. Padahal, pada kenyataannya suatu pendidikan tidak hanya dilihat dari seberapa banyak ia mendapatkan nilai A dalam lembar evaluasinya, dan juga bukan berarti yang tertera nilai C adalah orang yang boboh, pemalas, dan susah diatur. Stigma itu masih sering kali kita dengar di lingkungan masyarakat yang mana memang biasa kita sadari bahwa lingkungan masyarakat kita masih tergolong taraf sumberdaya manusia yang rendah. Sehingga, setiap anak yang memiliki ciri dan kebiasaan yang berbeda akan lebih susah dan seringkali di anak tirikan apalagi jika diharuskan sama dengan kebanyakan anak lainnya.

Pendidikan yang membuat jenuh dan tidak menyenangkan juga akan membuat psikologi seseorang tidak merasakan kenyamanan dalam menerima pelajaran atau hal hal yang telah disampaikan. Maka dari itu pendidikan yang edukatif dan kreatif dijadikan solusi untuk mengatasi fenomena kultur masyarakat awam yang seperti penjelasan diatas. Pembelajaran yang menarik dan kreatif ini di nilai lebih memberi pengaruh pada saraf otak maupun saraf otot untuk menerima dan sekaligus mengingat. Kerja saraf otot mempunyai daya pengingat yang lebih lama dibandingkan hanya dengan saraf otak, dikarenakan saraf otot bekerja berdasarkan apa yang dilakukannya, bukan hanya sekedar mengingat dan menghafal secara tekstual. Sudah kita ketahui bahwa daya ingat manusia terbatas sepanjang bertambahnya waktu. Maka, solusi terbaik adalah dengan melakukan pendidikan yang edukatif salah satu contohnya adalah pendidikan yang disampaikan melalui analogi permainan, melakukan pembelajaran di luar ruangan (outdoor), tidak membatasi murid dalam mengeksplor dirinya dan pengembangan apa yang akan dilakukan dari apa yang dia ketahui, sehingga dapat memancing daya kreatif dari murid tersebut.

Kreatifitas juga sangat di perlukan dalam suatu pembelajaran yang mana daya kreatif akan mendorong murid untuk berpikir secara mandiri dan kritis yang mampu mengandalkan dirinya atau kemampuannya sendiri untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu hal yang baru yang dapat bermanfaat bagi orang lain atau secara khusus bagi dirinya sendiri. Daya kreatif juga mengajarkan seseorang percaya diri dengan kemampuan yang dimiliknya, sehingga tidak mendorong munculnya sikap memplagiat atau meniru karya orang lain yang akan menjadi

kebiasaan buruk kedepannnya. Kreatifitas juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan yang mana tidak semua yang manusia akan melakukannya sudah tersedia begitu saja, tetapi harus mampu menyesuaikan dengan kreatifitas yang dimiliki masing-masing individu.

Ayo Vote Disini

Click on a star to rate it!

Average rating 3.1 / 5. Vote count: 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *