Pendidikan; Langkah Awal Menuju Kemajuan

Cakrawala Galang Nusantara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2019Beberapa hari lalu saya menghadiri sebuah acara talkshow dimana menteri pendidikan Nadiem Makarim menjadi salah satu bintang tamu. Sepanjang acara mengulas bagaimana perjalanan Nadiem bisa dipilih menjadi menteri pendidikan oleh Presiden Jokowi. Salah satu poin pembicaraan yang saya ambil adalah ketika Nadiem berkata, bahwa semua permasalahan di negeri ini seringkali ditimbulkan karena rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Saya pun berpikir, benar juga apa yang dikatakan Mas Nadiem (sapaannya di acara tersebut). Ambil contoh berbagai kasus dengan latar belakang pemuda saat ini. Kita sering melihat banyak kasus hamil di luar nikah, tawuran, bullying, dan lain sebagainya yang jelas-jelas merusak generasi penerus bangsa dan merugikan banyak orang. Belum lagi hal-hal yang tidak bisa diterawang seperti sikap apatis, suka buang sampah sembarangan, terlalu sering main dunia maya sampai lupa dunia nyata, dan masih banyak lagi. Semua persoalan itu seakan susah untuk dibenahi. Terlebih mental bangsa kita sebagai bangsa yang masih berkembang membuat banyak orangnya terutama pemuda untuk nggak-mau-tau tentang bagaimana membuat negara ini maju.

Apabila ditelusuri ke belakang, semua permasalahan akan kembali pada bagaimana pola pikir seorang individu untuk bertindak. Seseorang tidak mungkin melakukan pemerkosaan apabila Ia tahu dan menyadari tentang kesetaraan manusia. Seseorang tidak akan mencuri bila Ia tahu mencuri adalah perbuatan yang merugikan orang lain. Bahkan anggota DPR tidak akan korupsi kalau Ia tahu korupsi adalah mengecewakan masyarakat yang Ia wakilkan. Pendidikan, menurut saya adalah garda terdepan untuk menumpas itu semua. Proses pembentukan karakter seseorang selalu dimulai sejak dini, mulai dari keluarga, lingkungan, dan sekolah. Mengingat pendidikan merupakan sebuah proses yang selalu ada dalam kehidupan kita (Brubacher, 1962), maka tidak heran apabila seseorang berada di keluarga, lingkungan, dan sekolah yang memadai maka akan membentuk karakter yang baik.

Pertanyaannya adalah apakah orang yang tidak memiliki aspek-aspek diatas berarti tidak bisa menjadi individu yang baik? Dan apakah orang yang memiliki aspek-aspek diatas berarti pasti akan memiliki kepribadian yang baik? Tentu semua hal itu tidak pasti hasilnya. Menurut saya hal yang perlu ditekankan adalah bagaimana pemerintah –tidak hanya Mas Nadiem dan jajarannya- untuk mengatasi ketimpangan pendidikan yang ada. Pun, apabila ketimpangan pendidikan berhasil diatasi, masih belum menjamin pembentukan karakter seseorang dapat berhasil.

Pendidikan bukanlah seperti menuangkan air dalam gelas, bukan seperti mengcopy-paste pengetahuan dari pendidik kepada yang dididik. Pendidikan adalah bagaimana membentuk pola diskusi antara individu dengan individu yang menarik dan memancing rasa kritis. Ibaratnya, janganlah kita memberi ikan kepada seseorang, melainkan berikanlah ia kail pancing agar Ia bisa dengan kreatif dan karsanya mencari ikan. Sejauh ini, yang sering terjadi di Indonesia adalah, saya ambil contoh pendidikan pada tingkat SMA, guru-guru terlalu pakem pada kurikulum maupun buku pelajaran yang terkesan monoton. Sudah terlalu banyak guru-guru yang mengajar dengan hanya duduk di depan, membaca buku, bahkan membaca powerpoint. Metode pendidikan seperti itulah yang layaknya diubah.

Metode pendidikan yang kreatif dan mengundang ruang diskusi sudah selayaknya ada di Indonesia. Dengan begitu masing-masing orang dapat menceritakan kehidupannya, dan pendidik dapat memberikan saran-saran yang secara emosional akan selalu terikat dalam pikiran setiap muridnya. Pembentukan karakter dengan metode diskusi, diselingi dengan permainan yang kreatif akan menciptakan suasana yang menarik untuk belajar. Bukan hanya diskusi, pola pendidikan juga dapat berupa outing class maupun permainan kuis seperti Kahoot. Pendidikan yang kreatif akan menambah rasa ingin tahu murid dan pada akhirnya menciptakan karakter-karakter kritis.

Kembali pada pemikiran saya di awal, menurut saya pendidikan adalah bidang paling krusial untuk masa depan bangsa ini. Maka dari itu butuh semua komponen masyarakat, dari guru, orang tua, mahasiswa, bahkan kita sendiri untuk berkonstribusi menyebarkan hal-hal baik di sekitar kita. Pada akhirnya, untuk terciptanya generasi yang siap menerbangkan Garuda di kancah dunia.

Ayo Vote Disini

Click on a star to rate it!

Average rating 4.2 / 5. Vote count: 285

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *